LUPIN DI INDONESIA

 KERJASAMA LUPIN DI INDONESIA


Australia (LFA) dan Koperasi Pengrajin Tempe Indonesia (KOPTI). LFA merupakan perusahaan swasta yang dimiliki oleh koperasi petani Australia Barat. KOPTI juga merupakan koperasi yang mewakili pembuat tempe di Indonesia. Jadi pengenalan Lupin di Indonesia berawal dari petani dan pembuat tempe yang bekerja sama. Sinergi yang menyenangkan. Organisasi akar rumput Australia dan Indonesia bekerja sama yang tentunya menguntungkan semua pihak. Sejauh ini, tidak semua organisasi KOPTI (GAKOPTI) menjadi bagian dari kerjasama ini tetapi terbatas pada daerah yang termasuk dalam kesepakatan awal. Petani di Australia siap melakukan kerjasama sejenis dengan seluruh KOPTI di seluruh Indonesia. Bagi petani di Australia Barat, mereka ingin menanam Lupin sebagai bagian rotasi tananam di daerah yang merupakan sentra penghasil gandum yang juga merupakan tanaman utama. Menariknya, banyak gandum hasil dari daerah ini juga telah dikonsumsi rakyat Indonesia sebagai bahan pembuatan Mie dan roti yang anda makan. Petani perlu melakukan rotasi tanaman untuk mendapatkan panen gandum yang baik. Mereka menggunakan berbagai macam tananam selingan seperti canola, barley dan lainnya. Tetapi dari semua itu, Lupin memberikan keuntungan lebih yaitu lebih memberi nutrisi pada tanah. Petani berharap dengan permintaan Lupin meningkat, mereka dapat menanam lebih banyak Lupin untuk dipasok ke Indonesia dan juga dunia dengan tanaman pangan sehat yang luar biasa ini.
 IMG_0243_edit

Bagi KOPTI yang bertanggung jawab untuk mewakili kepentingan pada anggotanya,  Lupin merupakan pilihan baru bagi pengrajin tempe yang sangat dapat meningkatkan kelangsungan usaha mereka. Jadi KOPTI memainkan peran aktif dan supportif dalam membantu pengrajin tempe belajar dan memperoleh manfaat dari kacang Lupin. Juga memberi keuntungan bagi KOPTI sendiri sebagai koperasi yang juga memerlukan biaya operasional. Petani LFA telah menyepakati bahwa seluruh distribusi Lupin hanya melalui perwakilan atau cabang KOPTI. KOPTI hanya akan mengambil sedikit margin keuntungan dari harga jual yang tentunya dapat digunakan untuk mendanai pekerjaan yang penting bagi anggota-anggotanya, pengrajin tempe. Distribusi lupin dalam kerangka kerjasama ini sangat sederhana dan supply chain yang transparan yaitu LFA – Importir – KOPTI -  Konsumen (need to change to ‘pengrajin tempe’ in case Consumer changed to Tempe Maker). Sebagai konsumen, kita tentunya akan mendapat harga yang sangat adil dan pastinya murah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar